Jalan poros Desa Mallasoro kembali di sorot Media.

Di kerjakan di malam hari
Di kerjakan di malam hari

Je’neponto,Busurpena.com|-Kondisi jalan yang memprihatinkan di poros desa Mallasoro, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Je’neponto kembali di sorot Media, pasalnya setelah bertahun tahun di biarkan tanpa penanganan, warga akhirnya memilih turun tangan sendiri memperbaiki jalan di sepanjang poros Mallasoro secara swadaya dan gotong royong.

Kerusakan jalan tersebut yang menjadi akses pengubung ke beberapa lingkungan itu di sebut telah terjadi sudah bertahun tahun. Namun hingga kini, belum ada perbaikan permanen dari pemerintah daerah meski usulan perbaikan berulang kali di sampaikan masyarakat melalui berbagai forum.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Ahmad Beta, tokoh masyarakat melaporkan kepada media bahwa masyarakat sudah terlalu lama menunggu realisasi perbaikan. kondisi jalan yang terus memburuk dinilai membahayakan pengguna jalan dan menghambat aktivitas warga sehari hari.

“Sudah bertahun tahun kondisinya amblas berlubang seperti ini.warga sudah sering mengusulkan agar di perbaiki, tapi tapi sampai sekarang belum ada tindakan. Karena kondisinya makin parah dan membahayakan, Akhirnya masyarakat sepakat memperbaiki secara swadaya dan di dukung oleh beberapa pengusaha yang beroperasi di wilayah Mallasoro, yakni pengusaha Rumput laut dan tiga pengusaha tambak”kata Ahmad kepada media ini pada Minggu (17/5/2026).

Menurutnya jalan tersebut merupakan jalur vital yang di gunakan warga untuk aktivitas harian, mulai akaes kendaraan roda dua, roda empat hingga jalur distribusi hasil usaha masyarakat sekitar.

Pantauan di lokasi, beberapa warga tampak bergotong royong membawa material berupa batu dan pasir untuk menutup menambal jalan yang rusak berlubang.sebagian warga terlihat duduk santai mengatur dan menyiapkan menu praktis.

Fenomena warga bergotong royong memperbaiki fasilitas umum secara swadaya kini menjadi ironi tersendiri di tengah semangat pembangunan daerah. Di satu sisi gotong royong menunjukkan tingginya solidaritas masyarakat.Namun disisi lain, kondisi tersebut juga memperlihatkan adanya pekerjaan rumah besar bagi pemerintah daerah dalam memastikan pelayanan dasar dan infrastruktur lingkungan tetap berjalan.

Bagi warga Mallasoro perbaikan jalan secara gotong royong bukan sekedar kerja bakti biasa.
Lebih dari itu,aksi tersebut menjadi simbol kegelisahan masyarakat yang merasa terlalu lama menunggu perhatian dari pemerintah terhadap kebutuhan dasar di lingkungan mereka sendiri.

(kamal)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *