Biak Papua, BusurPena.com
Musyawarah Daerah (Musda) ke-III Dewan Kesenian Tanah Papua Kabupaten Biak Numfor Tahun 2026 resmi digelar di Hotel Mapia, Senin (11/5/2026). Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk merumuskan arah kebijakan organisasi, menyusun program kerja lima tahun ke depan, serta memilih kepengurusan baru yang akan membawa arah kemajuan seni dan budaya di daerah ini.
Acara tersebut dihadiri Wakil Bupati Biak Numfor, Jimmy CR. Kapissa, yang sekaligus membacakan sambutan resmi Bupati Biak Numfor. Dalam pidatonya, pemerintah daerah menegaskan bahwa Musda merupakan wadah paling penting dalam menyatukan visi dan langkah para pegiat seni untuk memperkuat peran kebudayaan sebagai bagian tak terpisahkan dari pembangunan daerah.
“Melalui forum ini, kami berharap lahir gagasan-gagasan kreatif dan program nyata yang mampu mengangkat nilai seni budaya lokal. Selain itu, proses pemilihan pengurus baru diharapkan menghasilkan sosok-sosok yang memiliki komitmen tinggi, integritas, dan dedikasi kuat untuk memajukan warisan budaya kita,” ujar Kapissa dalam sambutannya.
Peserta Musda ini terdiri dari dewan penasihat, jajaran pengurus lama, serta berbagai elemen pegiat seni dan budaya di Biak Numfor. Seluruh peserta berperan aktif dalam melakukan evaluasi kinerja organisasi selama periode sebelumnya, sekaligus merancang rencana kerja yang lebih relevan dan berkelanjutan ke depan. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Dewan (Sekwan) Judi Wanma beserta sejumlah tamu undangan dari berbagai unsur terkait.
Ketua Dewan Kesenian Tanah Papua, Nomensen Mambraku, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya Musda ke-III ini. Ia menilai kegiatan ini sebagai langkah krusial untuk menjaga kesinambungan organisasi sekaligus memperkuat posisi seni dan budaya Tanah Papua, khususnya di wilayah Biak Numfor, agar tetap lestari, berkembang, dan dikenal luas.
Sementara itu, Ketua Dewan Kesenian Tanah Papua Kabupaten Biak Numfor, Mintje Anna Yawan, juga mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kerja sama seluruh pihak yang telah berperan serta sehingga acara ini dapat berjalan dengan lancar dan sukses. Ia berharap seluruh keputusan yang dihasilkan dalam forum ini menjadi landasan kuat bagi kemajuan dunia kesenian di Biak Numfor.
Sebagai penutup, Musda III ini ditetapkan sebagai titik awal penguatan organisasi. Berbagai program strategis direncanakan akan disusun dan dijalankan, dengan fokus utama pada pelestarian nilai budaya, pengembangan kreativitas seniman lokal, serta memastikan seni dan budaya menjadi kekuatan utama identitas masyarakat Kabupaten Biak Numfor.
(Zadrak)







