Tunggu Perhatian Pemkab, Warga Desa Mallasoro Gotong Royong Perbaiki Jalan di Tengah Malam

JENEPONTO, SULSELbusurpena.com|— Dengan penerangan seadanya dari lampu kendaraan dan senter, puluhan warga Desa Mallasoro, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, bahu-membahu memperbaiki jalan rusak pada malam hari, Selasa 14 Juli 2026.

Aksi gotong royong “tanpa batas waktu” ini dilakukan warga karena sudah lama menunggu perhatian dari Pemerintah Kabupaten Jeneponto yang tak kunjung datang.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Pantauan di lokasi, warga terlihat menutup lubang jalan dan menguruk badan jalan yang amblas menggunakan peralatan manual seperti cangkul dan sekop. Material berupa sirtu dan pasir uruk dikumpulkan secara swadaya. Foto yang berhasil di himpun media menunjukkan suasana gelap gulita, hanya diterangi lampu kendaraan yang diparkir di pinggir jalan.

Kegiatan ini dikoordinir langsung oleh Achmad Beta selaku koordinator warga. Ahmad Beta selama ini diketahui aktif memperjuangkan kepentingan warga, khususnya terkait perbaikan jalan rusak di wilayah tersebut.

Sehari sebelum gotong royong, Ahmad Beta menyampaikan imbauan kepada masyarakat:
_”Dengan hormat kepada masyarakat Desa Mallasoro, bantuan tenaga untuk menghampar timbunan pasir di Jalan Raya Mallasoro mulai dari Dusun Bungung Pandang sampai Tamboyoa. Sekali lagi kami butuh tenaga dan membawa peralatan gerobak dan skop,”_ ujarnya.

Menurut koordinator, gotong royong masih berlanjut*. Namun warga masih membutuhkan dukungan material berupa timbunan pasir sekitar 10 mobil untuk menutupi titik-titik jalan yang paling parah.

“Jalan ini akses utama kami. Dipakai anak sekolah, petani bawa hasil kebun, dan warga ke pasar. Sudah lama rusak, tapi sampai sekarang belum ada perbaikan dari pemerintah. Makanya kami inisiatif sendiri, kerjanya malam biar tidak ganggu aktivitas siang,” kata salah seorang warga yang ikut dalam gotong royong tersebut.

Menurut warga, kondisi jalan yang rusak sudah berlangsung lama dan semakin parah saat musim hujan. Genangan dan lubang membuat pengendara sering terjatuh. Karena merasa terabaikan, warga akhirnya memutuskan turun langsung demi keselamatan dan kelancaran bersama.

Aksi solidaritas warga Mallasoro ini menjadi potret kuatnya semangat gotong royong di Jeneponto. Namun di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi bentuk kritik dan harapan agar Pemkab Jeneponto melalui Dinas PU segera turun tangan melakukan perbaikan permanen di ruas Bungung Pandang – Tamboyoa.

“Gotong royong kami kuat, tapi kami juga butuh aspal. Semoga pihak pemerintah membuka hati terhadap jalan rusak di Desa Mallasoro,” harap warga.

Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari Pemkab Jeneponto terkait kondisi jalan di Desa Mallasoro.

(kamal)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *